Waspadalah terhadap pengguna risiko robot perdagangan berinvestasi

138 views

Ekonomi.kosongon.com.- Pedagang didorong untuk tidak tergoda oleh tawaran jaminan yang diuntungkan dari pengguna robot perdagangan.

Beberapa kali penggunaan teknologi informasi di industri jasa keuangan semakin luas, tidak aman di pasar modal dan pasar perdagangan ritel untuk valuta asing (Forex).

Dalam perdagangan valuta asing, misalnya, saat ini. Nama pakar penasihat (EA) juga umum digunakan oleh pedagang untuk pengguna robot perdagangan.

Pengguna perdagangan robot dianggap lebih efisien karena pedagang harus perlu memonitor layar komputer untuk mengamati gerakan forex.

Dengan kata lain, setiap transaksi forex telah dijalankan secara otomatis oleh sistem. Selain itu, pengguna perdagangan robot juga dianggap sebagai analisis analisis yang lebih akurat dalam menentukan transaki sehingga dapat mencegah risiko kerugia yang mencapai berbagai macam.

Berdasarkan pencarian JukasOnline, penjualan robot perdagangan perdagangan dapat ditemukan dengan mudah di Internet. Harga Trading Soft Trading Robot juga bervariasi dari Rp100 ribu hingga Rp. 6 juta. Bahkan, promosi ini juga dijanjikan laba sekitar 20-60 persen per tahun.

Hanya tenda, kinerja robot perdagangan ini adalah masalah khusus terutama di sisi hukum. Perlu untuk menjadi perhatian apakah peraturan tersebut telah mengatur penggunaan robot perdagangan? Lalu, siapa yang berisiko konsumen dalam transaksi forex menggunakan robot perdagangan?

Pakar dan pedagang Forex, Anwar Anwar menyatakan bahwa penggunaan robot perdagangan adalah sesuatu yang biasa digunakan dalam perdagangan valuta asing. Dia menjelaskan, mayoritas perusahaan broker forex terkenal dilengkapi dengan aplikasi perdagangan robot untuk pedagang.

Secara umum, sesuai dengan alial, aplikasi perdagangan robot ini digunakan untuk pemula dan pedagang yang memiliki Tikdak Bersitip untuk memantau kegiatan pasar forex.

Mengenai risiko tinggi di pasar Forex, bursa meminta pedagang agar waspada menggunakan robot perdagangan ini. Menurutnya, risiko kerugian untuk transaksi valuta asing tetap meskipun semua reputasi mengambil sistem atau robot yang dianggap jauh lebih akurat daripada analisis manusia.

“Jangan percaya bahwa Sesedang memperdagangkan keuntungan pasti. Jika seorang pedagang harus selalu berisiko,” katiaia ketika dihubungi oleh Hukumonline, Selasa (30/10).

Leave a Reply

Your email address will not be published.